Info SEO, Backlink dan PBN Indonesia 2018

Kesalahan yang Sering Dilakukan Selama Berhaji dan Umroh

Kesalahan yang Sering Dilakukan Selama Berhaji dan Umroh

Kebanyakan para muslimin muslimah tidak tahu arti kata “ihram” dan mereka berpikir bahwa ihram adalah topi yang mereka pasang dikepala. Alhasil, kebanyakan dari muslimah tidak melepaskan ihram dikepalanya dalam keadaan apapun. Dan jika mereka melepasnya, mereka takut jika ibadahnya tidak sempurna.

Hal yang demikian tentu salah. Ihram bagi perempuan adalah pakaian biasa yang menutup seluruh anggota badan, kecuali bagian muka dan telapak tangan dari pergelangan hingga ujung jari-jarinya. Ihram berarti niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh ke Tanah Suci Mekah. Dengan berihram, berarti seseorang sudah mulai masuk untuk mengerjakan serangkaian ibadah haji atau umroh. Itu sebabnya para ulama berpendapat bahwasanya kita dapat mengubah ihram kita (yang berarti pakaian), dan diperbolehkan mencucinya jika kotor. Mengganti ihram sama sekali tidak memengaruhi ihram (niat berhaji) orang tersebut.

Ketakutan ini bersumber karena setiap umat Islam lakilaki dan perempuan yang menunaikan haji dan umroh di Baitullah dalam keadaan ihram, dilarang sekali mencabut, dan mengetip rambut dan kuku secara sengaja.

Perempuan memiliki ketakutan berlebihan tentang larangan ini. Begitu berlebihannya sehingga mereka tidak melepas jilbabnya diantara sesama perempuan dan bahkan pada saat mereka mengambil wudu. Hal tersebut merupakan tipu daya setan. Coba pikirkan baik-baik. Jika Anda tidak melakukan wudu dengan benar, akankah ibadah Anda diterima? Akankah tawaf Anda sah? Apakah Anda berpikir jika Allah Swt. sepenuhnya menolak ibadah Anda hanya karena Anda tidak sengaja menjatuhkan rambut Anda? Tentu tidak. Dia adalah yang Maha Penyayang. Dia adalah Maha Pengampun. Lalu, mengapa Allah Swt. membatalkan ihram Anda hanya karena beberapa rambut yang jatuh sendiri, sesuatu yang alami dan di luar kendali Anda. Ingat, larangan tersebut berlaku jika dilakukan dengan sengaja.

Banyak wanita berpikir bahwa hanya orang yang tidak diihram dapat memotong rambut mereka, setelah semua ritual berakhir. Dan mereka menolak untuk memotong rambut mereka sendiri agar bisa keluar dari ihram dan tidak memperbolehkan saudara perempuan lain yang belum keluar ihram memotong rambutnya. Ini merupakan pendapat yang salah. Seorang perempuan diperbolehkan untuk memotong rambutnya sendiri agar bisa keluar dari ihram.

Nabi Saw. memerintahkan para sahabatnya, pada saat berakhirnya haji:

“Biarkan dia memotongnya (rambutnya sendiri) dan kemudian keluar dari ihram.” (Al-Bukhari, Muslim)

Mabit di Muzdalifah dan di Mina merupakan bagian dari ibadah haji. Mabit di Muzdalifah artinya bermalam atau berhenti sejenak atau menginap di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah selepas wukuf di Arofah. Semua calon haji yang menginginkan ibadah hajinya sempurna dan mabrur di mata Allah Swt., harus memahami persoalan Mabit di Muzdalifah dan di Mina. Di zaman Rasulullah Saw., yang tidak mabit di Muzdalifah hanya orang yang kurang sehat atau kaum ibu yang lanjut usia, atau para pekerja pengairan zamzam. Sedangkan saat ini banyak jemaah yang tanpa sebab tidak mabit di Muzdalifah hingga pagi.

Hal yang demikian sering kali dilakukan para perempuan. Mereka takut terjebak dikeramaian atau terkadang malas, dan bahkan lebih buruk lagi, tidak memahami perkara tersebut, walaupun sebenarnya mereka mampu. Jika anda ingin melaksanakan umroh dan city tour bias kunjungi Umroh Plus Turki Desember.

Allah Swt. telah mengaruniakan nikmat sehat kepada kita. Karenanya, janganlah kita bermalas-malasan dalam melaksanakan setiap tahapan ibadah haji hingga sempurna. Demikianlah empat kesalahan pada ibadah haji dan umroh yang sering kali perempuan lakukan. Untuk mengetahui kesalahan umum lainnya, pastikan Anda membaca postingan kami yang berikutnya.

Next PagePrevious Page
Tags
Similar Posts